MUI Gresik Resmi Kukuhkan Kader Penggerak MUI Desa se-Kecamatan Panceng dan Rintis Madrasah Lansia

 

MUI GRESIK – IPnusantaraPengukuhan Kader Penggerak (KP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa se-Kecamatan Panceng resmi digelar di Pondok Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Pengukuhan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran keulamaan di tingkat desa sekaligus memastikan fatwa, tausiyah, dan program keumatan dapat tersampaikan langsung kepada masyarakat.

Sebanyak 42 Kader Penggerak dari 14 Desa dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib. Surat Keputusan (SK) pengukuhan dibacakan oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag. Turut hadir Bendahara Umum H. Khoirul Anwar, S.H., M.M. serta Anggota Komisi Ukhuwah H. Isnanto, S.H.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan malam Nuzulul Quran 1447 H yang berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh agama, Camat Panceng Sampurno, S.Sos., MM., Kapolsek, Danramil, Kepala Desa se- Panceng.

KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat.

“Di Ma’had Aly Langitan saya mengajar madzaibul arba’ah, mempelajari empat mazhab. Hikmahnya ketika saya di MUI, kita tidak mudah menyalahkan yang lain,” ujarnya.

Kiai Rofiq juga menjelaskan, bahwa MUI merupakan wadah berhimpunnya para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim yang mengakomodasi berbagai pemikiran dalam rangka kemaslahatan umat.

Menurutnya, keberadaan Kader Penggerak MUI Desa memiliki posisi penting sebagai penyambung program, fatwa, dan tausiyah MUI agar dapat sampai langsung kepada masyarakat.

“MUI adalah shodiqul hukumah dan khodimul umat. Karena itu KP MUI Desa ini penting agar fatwa dan tausiyah MUI bisa sampai kepada masyarakat,” jelasnya.

Kiai Rofiq juga menyampaikan, bahwa MUI merupakan organisasi independen yang bertujuan li i’lai kalimatillah (untuk menegakkan kalimat Allah) di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

Pada momentum Nuzulul Quran tersebut, Kiai Rofiq juga mengingatkan pentingnya menghadiri majelis ilmu sebagai sarana memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, namun harus dipelajari melalui majelis ilmu,” jelas Kiai Rofiq.

Ketua MUI Kecamatan Panceng, KH. Alfin Sunhaji, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kiai Alfin menyampaikan, bahwa setelah terbentuknya Kader Penggerak MUI Desa, MUI Panceng akan semakin aktif bergerak di tengah masyarakat.

“Kami ini sudah terlanjur menjadi Ketua MUI Panceng, maka gerakannya harus gas pol. Dengan pengukuhan KP MUI Desa ini kami akan bergerak langsung ke desa-desa agar bisa menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Kiai Alfin juga mengungkapkan bahwa MUI Panceng tengah merintis program Madrasah Lansia sebagai ruang pembelajaran agama bagi masyarakat lanjut usia. Program tersebut diharapkan menjadi sarana bagi para lansia untuk terus memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat kebersamaan.

“Kami juga sedang merintis Madrasah Lansia agar para orang tua tetap memiliki ruang belajar agama. Harapannya mereka bisa lebih memahami ajaran Islam sekaligus mengisi masa tua dengan kegiatan yang bermanfaat,” jelas Kiai Alfin.

Mewakili Forkopimcam Panceng, Kapolsek Panceng AKP Khoirul Alam menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Kader Penggerak MUI Desa tersebut.

“Kami mewakili Forkopimcam Panceng menyampaikan selamat dan sukses. Semoga ke depan MUI Panceng semakin aktif dan turut menjaga kondisi masyarakat agar tetap guyup rukun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kecamatan Panceng yang juga Kepala Desa Surowiti, H. Muhammad Son Haji, S.Sos., menyampaikan dukungan penuh para kepala desa terhadap keberadaan Kader Penggerak MUI Desa.

“Kami para kepala desa siap dan berkomitmen mendukung KP MUI Desa agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan pengukuhan ini diawali dengan buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 500 warga. Dalam kesempatan tersebut panitia juga menyalurkan santunan sekitar 55 paket kepada marbot masjid, mudinah, penggali kubur, serta anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top